Rabu, 28 Januari 2015

Dances !

Finally bikin blog juga. Setelah selama ini hanya jadi secret admirer para blogger, akhirnya mutusin untuk buat blog pribadi. Actually sejujurnya sadar diri bahwa saya gak ada bakat untuk nulis, but i do believe that everybody have their stories. Setiap orang punya ceritanya masing-masing. Dan blog adalah salah satu tempat yang cocok untuk numpahin itu semua..
So..let’s get started, cerita pertama saya dimulai dari kemarin yang lagi iseng buka timehop. Dan saya menemukan postingan lama di twitter saya (disitu tertulis over 3 yrs ago), yang inti dari isi postingannya adalah kala itu saya menolak panggilan interview dari Trinaya Group (salah satu redaksi majalah yang nerbitin Kartini, ELLE, Girlfriend, etc). So flashback, inget banget waktu itu mereka undang untuk interview sebanyak 2 kali. Tapi karena saya sudah bekerja (sebut saja di Sinarmas), saya pun menolak untuk datang. Argh, yeah i do living this regret! Please don’t but yah i do.. Sebenarnya kalau diinget-inget lagi, seharusnya saya mengiyakan saja panggilan mereka, jauh dilubuk hati..bisa kerja di majalah adalah one of my secret dreams.. Hanya karena tidak mau ambil resiko, saya pun akhirnya menyesal dikemudian hari. Apalagi sekarang, setelah saya makin yakin akan passion dibidang art and fashion. Yep as a psychology’s degree i do heart these things. People and psychology, and fashion and art are something that can’t be separated. Tapi Alhamdulillah, Tuhan kasih saya kesempatan untuk lakuin keduanya. Belajar psikologi juga belajar fashion and art. Hihi meskipun saya termasuk tipikal yang konservatif, but it doesn’t matter right ?
Balik ke cerita awal, lesson yang bisa diambil dari pengalaman itu adalah, don’t be afraid to chasing everything you wanted. Mau kerja di Bank, ingin banget masuk PNS, suka dunia perfilman, citacita ambil pendidikan overseas, suka sama seseorang, or even just want to do wanderlust with loved ones ? apapun yang kamu suka, kejar. Let them know that you really heart and make a full yours for everything you like. Kesempatan terkadang gak permisi kalo datang, terkadang kita tidak menyadari bahwa kita sudah ada disitu. Tapi yang lebih menyedihkan adalah orang-orang yang sebenarnya sudah tau akan kesempatan itu, tapi mereka sering kali takut untuk ambil langkah baru. Overthinking is the big deal enemy. Takut ini takut itu. Remember this, someone said that opportunity dances with those already on the dance floor. Ya sekiranya begitu. And it’s so true, kesempatan berdansa itu datang ketika kita sudah turun dilantai dansa. Kalo masih duduk manis aja ya, kamu ga mungkin bergerak. 
So.. from now on, take ur dance’s shoes, put your comfy dress, and rise your smile. Let's dances !