Jumat, 30 Januari 2015

Time After Time

Malam ini setelah si Audrey tidur dan sempat dvd’s time bersama ayah, saya iseng dengerin lagu sebelum membenamkan diri ke dalam hamparan selimut. And tonight is for Cindy Lauper. Yes i am a genie of oldies songs. Entah kenapa kalau dengerin lagu-lagu lama bawaannya double melancholys. Nah back again, ngomongin Cindy Lauper, lagunya yang long lasting ‘Time After Time’ memang selalu enak dan enak didengar. This song completely about separation between two people who love each other due to a break up or estrangement of some sort. It’s about how love really never dies even when the relationship has soured and “turned to grey.” The lyrics about that person and from time to time “wonders” if that person is ok. Ultimately, it’s about how complicated love is. Saya, jadi merenung setelah mendengarkan lagu ini. Mengapa waktu itu tidak bisa dikembalikan ? Mengapa waktu itu terus berjalan kedepan dan tidak ke belakang ? Mengapa waktu adalah sesuatu yang berharga. Dan karena ngomongin waktu ini, saya jadi bertanya-tanya kepada diri sendiri, apakah saya sudah cukup baik dalam menggunakan waktu dalam hidup saya ??? Ah ini sungguh berat ya pembicaraannya hihi. Ngomongin waktu dan lagu ini… saya juga jadi teringat akan sebuah film yang sampai sekarang pun saya tidak mengerti jalan ceritanya, that’s must be one of a kind surrealism’s film. Eternal Sunshine of The Spotless Mind (Why? yang belum, cobaa deh nonton filmnyaa). Sekalinya itu lihat Jim Carrey mainin karakter yang serius bareng Kate Winslet. You know, sometimes people killing their time just to always remember someone who doesn’t love them, or sometimes people don’t know how to forget all the bitter yesterday. The more they try, the more they just trapped in the past. Hhh sedih memang, cause i feel that. Pernah merasakan itu dan cukup menyiksa memang. But finally i do, time always killing the pain right ? not so ? hihi… but i do believe that God always have an amazing circumstances of life (we even can’t imagine)… Jadi mari kita belajar dari film ini. Give your time, the time. Gak usah takut luka di hati tidak bisa pergi.. ini berlaku gakk cuma melulu soal cinta antara dua manusia yaah, everythings..untuk setiap hal, entah kegagalan dalam bentuk apapunn..


Let’s just smile and continue singing..
Caught up in circles confusion
Is nothing new
Flashback warm nights
Almost left behind
Suitcases of memories
Time after time :)

Rabu, 28 Januari 2015

Dances !

Finally bikin blog juga. Setelah selama ini hanya jadi secret admirer para blogger, akhirnya mutusin untuk buat blog pribadi. Actually sejujurnya sadar diri bahwa saya gak ada bakat untuk nulis, but i do believe that everybody have their stories. Setiap orang punya ceritanya masing-masing. Dan blog adalah salah satu tempat yang cocok untuk numpahin itu semua..
So..let’s get started, cerita pertama saya dimulai dari kemarin yang lagi iseng buka timehop. Dan saya menemukan postingan lama di twitter saya (disitu tertulis over 3 yrs ago), yang inti dari isi postingannya adalah kala itu saya menolak panggilan interview dari Trinaya Group (salah satu redaksi majalah yang nerbitin Kartini, ELLE, Girlfriend, etc). So flashback, inget banget waktu itu mereka undang untuk interview sebanyak 2 kali. Tapi karena saya sudah bekerja (sebut saja di Sinarmas), saya pun menolak untuk datang. Argh, yeah i do living this regret! Please don’t but yah i do.. Sebenarnya kalau diinget-inget lagi, seharusnya saya mengiyakan saja panggilan mereka, jauh dilubuk hati..bisa kerja di majalah adalah one of my secret dreams.. Hanya karena tidak mau ambil resiko, saya pun akhirnya menyesal dikemudian hari. Apalagi sekarang, setelah saya makin yakin akan passion dibidang art and fashion. Yep as a psychology’s degree i do heart these things. People and psychology, and fashion and art are something that can’t be separated. Tapi Alhamdulillah, Tuhan kasih saya kesempatan untuk lakuin keduanya. Belajar psikologi juga belajar fashion and art. Hihi meskipun saya termasuk tipikal yang konservatif, but it doesn’t matter right ?
Balik ke cerita awal, lesson yang bisa diambil dari pengalaman itu adalah, don’t be afraid to chasing everything you wanted. Mau kerja di Bank, ingin banget masuk PNS, suka dunia perfilman, citacita ambil pendidikan overseas, suka sama seseorang, or even just want to do wanderlust with loved ones ? apapun yang kamu suka, kejar. Let them know that you really heart and make a full yours for everything you like. Kesempatan terkadang gak permisi kalo datang, terkadang kita tidak menyadari bahwa kita sudah ada disitu. Tapi yang lebih menyedihkan adalah orang-orang yang sebenarnya sudah tau akan kesempatan itu, tapi mereka sering kali takut untuk ambil langkah baru. Overthinking is the big deal enemy. Takut ini takut itu. Remember this, someone said that opportunity dances with those already on the dance floor. Ya sekiranya begitu. And it’s so true, kesempatan berdansa itu datang ketika kita sudah turun dilantai dansa. Kalo masih duduk manis aja ya, kamu ga mungkin bergerak. 
So.. from now on, take ur dance’s shoes, put your comfy dress, and rise your smile. Let's dances !