Kamis, 05 Februari 2015

Elastic Heart ala SIA

And another one bites the dust
Oh why can I not conquer love?
And I might have thought that we were one
Wanted to fight this war without weapons
And I wanted it, I wanted it bad
But there were so many red flags
Now another one bites the dust
Yeah, let’s be clear, I’ll trust no one
You did not break me
I’m still fighting for peace
Well, I’ve got thick skin and an elastic heart,
But your blade—it might be too sharp
I’m like a rubber band until you pull too hard,
I may snap and I move fast
But you won’t see me fall apart
‘Cause I’ve got an elastic heart
I’ve got an elastic heart
Yeah, I’ve got an elastic heart
And I will stay up through the night
Let’s be clear, won’t close my eyes
And I know that I can survive
I’ll walk through fire to save my life
And I want it, I want my life so bad
I’m doing everything I can
Then another one bites the dust
It’s hard to lose a chosen one
You did not break me
(you did not break me, no)
I’m still fighting for peace
Well, I’ve got thick skin and an elastic heart,
But your blade—it might be too sharp
I’m like a rubber band until you pull too hard,
I may snap and I move fast
But you won’t see me fall apart
‘Cause I’ve got an elastic heart
I’ve got an elastic heart
I’ve got an elastic heart
Gak tau kenapa selalu suka sama lagu-lagunya SIA. She’s more than just a singer. She’s smart, have an angelic voice, yah she’s a star for today. Belakangan lagunya yang baru aja keluar lagi-lagi menarik perhatian saya, well.. not only because she make a crazy awesome collaborate with Shia Labeouf (His acting so..ok enough, i’m melted), but i really like this song. Pernah terbayang seperti apa elastic heart itu ? apakah ketika orang dengan elastic heart dia tidak pernah marah ? Atau kah pria dengan elastic heart mudah sekali jatuh cinta?
Ngomongin lagu ini, sepertinya apa yang mau disampaikan oleh SIA adalah begini..
Ketika kita telah memilih untuk menjadi personally yang lebih baik, kita harus bisa menerima dan menghadapi setiap apa yang ada didepan kita. Berhubung peristiwa hidup itu macam-macam jenisnya, ada yang senang akan keberhasilan yang dicapai, ada yang sedih akan kegagalan, ada yang kecewa akan keadaan, semua itu harus dihadapi oleh diri sendiri. Permasalahannya adalah hati yang kita punya cuma satu kan ? Tapi pernah gak suatu hari kita harus dihadapkan oleh dua kondisi yang tidak mengenakkan pada waktu yang bersamaan ? Atau pernah juga tidak kita ada diposisi dimana ketika lagi down banget tapi disaat yang sama tiba-tiba teman menghubungi untuk memberi kabar baik ? Jika iya ini mirip-mirip seperti teori Approach-Avoidance hihi.. ini teori psikologi nya Bapak Kurt Lewin..the core of this teory is approach-avoidance conflicts occur when there is one goal or event that has both positive and negative effects. Coba bayangkan semua itu harus kita jumpai dalam waktu bersamaan dengan keterbatasan ruang rasa. Disitulah mungkin Elastic Heart dibutuhkan. Disini bukannya menjadi yang menerima begitu saja ya, menurutku seseorang dengan elastic heart bisa mengendalikan ketika mereka lagi merasa insecure, untuk keluar dari wilayah itu. Tapi teringat lagi to living more life we need to go out from the comfort zone. Again, we need our elastic heart to face everything. Sebenernya kan sudah jelas kita hidup itu adalah masalah, pernah ada yang bilang begitu. And i do agree, hidup itu masalah. Tapi bukan berarti tidak bisa dihadapi. Dan hidup itu indah.


Buat siapapun disana. Yang lagi merasa sedih, merasa sendiri, merasa tidak punya siapa-siapa, dan merasa paling terhina. Hey, you’re not alone. Let’s take your elastic heart to get your peace :)

Rabu, 04 Februari 2015

Review Book : The First Phone Call From Heaven

Sekitar 15 menit sempat terdiam sambil melototin layar yang ada dihadapan saya, ceritanya make sure pada diri sendiri apakah saya siap mereview buku ini? Hahaha… yep, belum lama ini saya baca bukunya Mitch Albom yang The First Phone Call From Heaven. Actually buku ini sudah terbit di tahun 2013, tapi saya baru sempat beli akhir tahun kemarin. Setelah beberapa hari mencuri waktu untuk membabat habis si buku..well, sesungguhnya ini memang bukanlah bentuk review buku yah, tapi lebih ke sisi afeksi saya setelah membaca buku tersebut. Jujur paling gak bisa bikin sinopsis, tapi intinya buku ini menceritakan fenomena aneh yang terjadi disebuah kota kecil di Michigan, dimana beberapa orang telah ditelpon dari surga oleh anggota keluarga mereka yang sudah meninggal dunia. Sekejap merinding. Nope, bukan takut. Tapi merinding karena kedua orang tua saya pun sudah tiada, lalu mengkhayal gimana seandainya hal itu truly happened with me. Balik lagi kebuku, Albom berhasil mengajak saya untuk melintasi taman pikirannya . Selama membaca, selalu menerka-nerka, ah ini hoax atau benar adanya kah ? Makanya bacanya pun gak jenuh. Dari sekian banyak tokoh fiktif yang ada didalam buku ini, saya lebih suka arc tokoh Sully, i feel like i’m in his shoes. Secara singkat, Sully yang sudah kehilangan istri hingga masuk penjara dan juga kehilangan pekerjaannya, kini harus melanjutkan hidup bersama anaknya. Kemudian hingga suatu hari Sully mendapatkan telpon misterius yang mengaku bahwa itu adalah istrinya yang menghubunginya dari surga. Saya suka bagaimana Sully dengan struggle berusaha untuk memecahkan misteri telpon surga tersebut, endingnya bitter sweet sekali.
You have to start over. That’s what they say. But life is not a board game, and losing a loved one is never really “starting over”. More like “continuing without”.
Kehilangan seseorang yang kita cinta itu memang seperti seakan hidup terasa kosong, tidak tahu harus bagaimana kedepannya. Bagi sebagian orang, ada yang tidak bisa melawan perasaan sedihnya, sehingga yang timbul adalah depresi. Namun sebagian orang lainnya ada yang tetap melanjutkan hidup meskipun terasa berat. Dan benar, hidup itu memang bukan sebuah permainan. Tapi hidup itu memang seperti skenario permainan ya, dan kita sebagai pemain utamanya. Kita bisa tentukan sendiri ingin starting dari mana untuk bisa sampai ketahap finish. Every different beginning will give you a different ending. Dan selama menjalani permainan ini, bukannya tidak mungkin banyak terjadi ujian dan tantangan. Itu sudah pasti terjadi. Now for every beginning you take, hopefully can give you a happy berry ending :)
Plan for buy another Albom’s tale.